Kamis, 27 Oktober 2016

Pemerintah Akan Bangun Satelit Multifungsi Di Daerah Terpencil




Teknounik.com - Pemerintah Akan Bangun Satelit Multifungsi Di Daerah Terpencil. Belum lama ini, pemerintah mengumumkan bahwa telah siap untuk mendorong pembangunan satelit multifungsi di daerah-daerah pulau terpencil Indonesia. Lantas, apa fungsi pembangunan satelit tersebut ?

Hingga saat ini, kondisi geografis Indonesia memang masih menjadi sebuah tantangan dalam penyebaran akses komunikasi. Investasi yang besar dan risiko pengembalian yang membutuhkan waktu lama menjadi sebuah kendala tersendiri, sehingga dianggap tidak sebanding bagi para penyedia layanan seluler.

Sehubungan dengan ini, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Ismail Ahkmad mengungkapkan, pembangunan optik fiber di pulau terpencil yang hanya memiliki jumlah penduduk yang sedikit tidak sebanding dengan besarnya permintaan terhadap suatu layanan.

Untuk memberikan fasilitas pada masyarakat, Ismail menyatakan bahwa pemerintah telah siap untuk mendorog pemanfaatan satelit yang tak hanya memiliki tujuan untuk sarana komunikasi, melainkan juga untuk mendukung kebutuhan lainnya, contohnya di bidang kemaritiman dan pertanian.

"Pembangunan satelit multifungsi sangat cocok untuk area pulau kecil. Pemerintah akan memberikan dukungan terhadap program tersebut dengan dana kewajiban pelayanan unversal (USO)," tutur Ismail usai mengisi seminar 40 tahun satelit Indonesia di Hotel Pullman Jakarta pada Kamis (27/10/2016) lalu.

Untuk mendukung pembangunan tersebut, saat ini pemerintah tengah melakukan pencarian filling satelit yang tepat dan juga melakukan sejumlah analisis. Salah satunya ialah analisis filling band plan yang dimiliki oleh negara tertentu ke International Telecommunication Union (ITU).

Filling satelit sendiri merupakan slot orbit yang dimiliki oleh tiap negara untuk menggelar atau membangun layanan satelit.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa pemerintah bakal mempertimbangkan rencana untuk menerapkan model kerjasama dengan badan usaha, sehingga tidak perlu lagi melakukan investasi di depan, melainkan hanya perlu mencari mitra yang mau berinvestasi, membangun serta mengoperasikan hingga usia satelit berakhir.

Dengan menerapkan sistem tersebut, pemerintah pun mampu mendorong kebutuhan fiskal tahunan. Terlebih lagi jika pemanfaatan satelit tersebut dapat digunakan secara menyeluruh dan bersama-sama, termasuk untuk area-area yang membutuhkan.